Tuesday, December 31, 2013

20 Film Terbaik di Tahun 2013

Baru saja menghabiskan sore di hari terakhir taon 2013 dengan mantengin film “47 Ronin”-nya Keanu Reeves di bioskop. Maklum, saya tidak punya rencana spesial di malam taon baru. Kalo tahun-tahun sebelumnya sih pastinya nongkrong bersama teman dan kerabat, hanya untuk sekedar berkumpul, manggang ikan, bercerita tetang banyak hal, minum beberapa tegak alkohol yang pada ujungnya akan berakhir dengan kondisi tidak terkendali. Hahaha.. mungkin masa-masa itu menyenangkan, tapi ternyata sudah lewat untuk umur saya saat ini. Damn, grow old is a f-ing trap! Jadi, sore tadi sampai dengan malam ini, yang saya lakukan hanyalah bergumul dengan salah satu hobi saya: film!

Menengok setahun ini, 2013 merupakan tahun yang sangat saya nantikan, apalagi kalo bukan “Man Of Steel” yang sedari 2006 lalu sudah sangat ditunggu oleh banyak fans-nya si putera terakhir dari planet Krypton; Superman. Selain itu, banyak juga film-film sekuel yang rilis dalam setahun ini, ambil aja contoh kayak Despicable Me 2, Smurf 2,Growns Up 2, Hunger Games 2, Thor 2, trus The Hobbit 2.

Nah, dari sekian banyak film yang bersliweran, ada 20 film yang berkesan buat saya. Sekedar catatan, ini pendapat pribadi saya sebagai penikmat film ya, bukan sebagai kritikus film karena saya juga orang awam yang melihat film dari kacamata orang awam. Jadi ya, pastinya ada unsur emosional dan subjektifitas tingkat tinggi menurut selera hati saya. Buat yang udah nonton, boleh sekedar sharing di komen bawah postingan ini. Dan buat yang belum nonton, siapa tau bisa nambah referensi tontonan. So, cekidot guys..

Yang pertama dan utama buat saya pastinya “Man Of Steel”. Kolaborasi Snyder di kursi sutradara bareng Nolan sebagai salah satu produser saya pikir cukup berhasil buat ngangkat cerita tentang awal mula kehancuran planet Kryton sampai dengan pencarian jati diri si Kal-El alias Clark Kent. Meskipun dikemas dalam alur bolak-balik dengan singkat dan padat, namun hampir semua tokoh semasa di Smallville ampe Metropolis dimunculkan walaupun sepintas. Overall, puaslah dibanding ama Superman Returns-nya Singer di tahun 2006 lalu. Apalagi adegan berantemnya ga kalah brutal ama Transformer atopun si raksasa ijo Hulk. Meskipun jujur, saya masih lebih suka Superman yang dilakonin ama Brandon Routh dengan muka innocent-nya yang rada mirip sang pendahulu: Cristopher Reeve, ktimbang si Henry Cavill dengan bulu dada yang suka ngintip.

Kedua ada "Lincoln". Meskipun rilis di Hollywood tahun 2012, tapi seinget saya, film ini baru tayang di bioskop Indonesia awal tahun 2013. Ada dua point yang menarik buat saya, pertama adalah cerita yang dikemas ama sang legenda hidup; Steven Spielberg, buat saya sangat luar biasa. Cara bercerita dalam film ini ditata begitu tenang, apik dan rapi, jadi ga ngebosenin walopun durasi filmnya lumayan panjang. Trus, point kedua adalah si pemaen: Daniel Day-Lewis yang juga banyak dapet acungan jempol karena mampu ngidupin karakter Lincoln yang sebener-benernya.

Ketiga saya tempatkan "Hours". Ini film terbaik dan terakhir yang dibintangi ama almarhum Paul Walker sebagai bintang utama. Meskipun bisa dibilang aktingnya standar, alias sama aja dengan aktingnya di film-film laen sebangsa Fast Furious ato Vehicle 19, hanya saja aktingnya berasa pas ama karakter yang dimaenin di film ini. Jadi biarpun dibilang ga akting, tapi chemistry-nya dapet banget buat maen dalam film ini. Wajib nonton yaaa, khususnya buat para lelaki yang udah jadi bapak atopun calon bapak ;)

Disambung di nomer empat ada "Gravity". Sandra Bullock, nama yang udah lumayan ilang beberapa tahun ini tiba-tiba muncul lagi dan lumayan nampar para pecinta film dengan akting ciamik. Film besutan Alfonso Cuaron ini terbilang unik. Monolog mendominasi hampir dalam keseluruhan film. Tapi, biar kata monolog, script-nya mengalir sempurna. Ide ceritanya pun fresh. Pengambilan gambarnya keren, dan mungkin buat mayoritas orang, ada detik-detik dimana kita mencoba menyelipkan rasa empati serta membayangkan bagaimana seandainya kita yang terjebak dalam kondisi seperti itu. Dan pastinya buat saya,Gravity adalah the shocking movie of the year!



Kita beralih sebentar ke genre Horror. Posisi kelima saya tempatkan "The Conjuring". Saya bukan pecinta film horror. Bisa dibilang saya lebih pada tipe orang yang penasaran ama film horror. Dan The Conjuring menjadi film horror yang bisa memuaskan hasrat saya atas film dengan genre ini. Faktor utama saya mau nonton adalah, (ehem) adanya Vera Farmiga. Selaen itu, nama James Wan juga jadi jaminan setelah tahun 2010 sukses dengan Insidious pertama. Penasaran saya terjawab sempurna. Film ini menyuguhkan pengalaman mendebarkan selama 112 menit. The best horror movie in 2013!

Selanjutnya, di posisi keenam, ada "Warm Bodies". Ini film tentang zombie. Eit, tunggu dulu, buang jauh-jauh pemikiran tentang kisah-kisah zombie yang sudah “biasa”. Film genre dramedy ini menyuguhkan ide cerita yang fresh dibandingkan dengan film-film zombie lainnya. Kenapa saya bilang fresh, soale film ini berangkat dari cerita yang tidak biasa dan dikemas secara luar biasa. Tipikal film yang menyenangkan buat ditonton bersama teman-teman.

Ketujuh, ada "Gangster Squad". Bercerita tentang seorang polisi idealis yang ingin menggulingkan boss gangster di LA. Padat dengan tembakan, senapan, pukulan, dan darah ini dipenuhi nama-nama mahal macemnya si aktor watak Sean Penn, Josh Brolin, Ryan Gosling sampe si manis Emma Stone.



"The Great Gatsby" jatuh di peringkat delapan. Entah kenapa, semakin lama, akting Leonardo DiCaprio semakin mengesankan buat saya. Lupakan sudah film Titanic, semenjak Blood Diamond, Catch Me If You Can, Inception, The Departed, Shutter Island sampe Djanggo Unchained aktingnya tambah mateng dan dalem.. Dan The Great Gatsby juga jadi satu bukti lagi bahwa sosoknyalah yang menghidupkan keseluruhan isi dari film. Oya, buat yang ngaku sebagai “cowok sejati”, mungkin bisa nambah referensi gimana caranya memperlakukan seorang wanita dari film ini.

Disambung "The Place Beyond The Pines" di peringkat Sembilan. Awalnya datar dan seperti mudah ditebak. Tapi ternyata, film ini punya cara bercerita yang menarik. Satu tokoh akan membawa kita pada tokoh yang lain. Dimana pada akhirnya, ada kemunculan tokoh baru yang menjadi benang merah antara tokoh-tokoh sebelumnya. Serasa tidak ada tokoh utama dalam film ini. Dan itu yang menjadi point plus dan keunikan tersendiri. Silahkan nikmati adu akting antara Ryan Gosling dan Bradley Cooper.

Posisi kesepuluh, saya tempatkan film impor dari Thailand dengan judul: "Pee Mak Phra Khanong" dengan genre horror komedi. Setau saya (silahkan dikoreksi jika salah), film ini diangkat dari cerita rakyat di Thailand. Sebelumnya pun sudah ada film yang murni bergenre horror dengan mengambil dasar cerita yang sama berjudul Nang Nak (1999), dan Ghost Of Mae Nak (2005). Yang berbeda dari Pee Mak Phra Khanong adalah cerita dan karakter para tokohnya dipermak sedemikian rupa menjadi lucu tapi seram. Buat pecinta horror dan pecinta komedi, film ini amat sangat wajib buat ditonton. Sepanjang film selalu ada adegan atopun sentilan humor didalamnya. Bahkan saking lucunya, ada beberapa kawan-kawan saya yang dalam seminggu sampe 2x nonton film ini. 





Trus ada juga "Now You See Me" di posisi sebelas. Yang paling menarik buat saya secara keseluruhan adalah ending-nya. Sekilas film ini cukup menghibur dengan alur yang penuh teka-teki. Beberapa scene sempat terasa seperti scene klimaks. Tapi pada akhirnya, penonton disuguhkan dengan ending yang diluar perkiraan. Cukup menghibur..

Kembali beralih ke genre horror, ada satu film horror lagi yang menarik buat saya di tahun ini; "Mama". Adegan awalnya cukup memaksa penonton agar langsung fokus menempatkan mata dan telinga. Beberapa scene memang sukses memberikan atmosfer seram ditambah dengan scoring yang berhasil bikin menahan nafas. Ditambah bumbu ikatan kasih sayang keluarga bikin ending film horror ini jadi lebih terkesan manis. Yeah, everybody loves an happy ending..

Peringkat di angka sial, saya berikan pada film yang saya benci: "Sinister". Mungkin karena saking bencinya, saya jadi keinget terus ama film ini. Entah apa yang merasuki saya saat nonton film ini, tapi Sinister adalah salah satu film yang membuat saya merasa ingin keluar dari gedung bioskop sebelum filmnya selesai. Meskipun beberapa kawan penikmat film laennya bilang film horror ini biasa saja, tapi (jujur)  buat saya film ini menyeramkan.


Posisi empat belas, ada "The Silver Linings Playbook". Bercerita tentang seorang lelaki temperamen yang baru keluar dari pusat rehabilitasi bertemu dengan seorang wanita yang juga labil secara emosi. Cerita berlanjut ketika mereka saling mencoba untuk mengerti satu sama lain disaat seisi dunia tidak mampu memahami mereka. Diperankan oleh Bradley Cooper dan Jennifer Lawrence lumayan mampu untuk menyentuh emosi penontonnya. Recommended!

Lanjut di nomer lima belas, kembali saya masukkan film impor dari Asia berjudul "Special ID". Ada Donnie Yen yang jadi produser sekaligus pemeran utama. Selain ceritanya yang sederhana, ringkas, padat, dan berisi. Special ID pastinya menyuguhkan adegan berantem yang brasa nyata. Yah, ga kalah lah ama The Raid-nya Indonesia atopun Ong Bak dan Chocolate-nya Thailand.  Film ini bercerita tentang seorang polisi yang menyamar untuk menguak kejahatan dari sebuah organisasi. 

Melompat sedikit ke film semi kolosal, satu film yang juga menarik perhatian saya adalah "Jack and The Giant Slayer" (bukan "Jack and The Giant Killer" ya..). Kebetulan saya sempat mencoba versi 3D-nya. Meskipun sudah pernah membaca banyak versi komiknya di jaman eSDe dulu, tapi cerita si kacang Jack ini disuguhkan dengan citarasa baru yang berbeda. Bedanya ada pada penonjolan sisi action dan screenplay yang ciamik. Kalo belum nonton, wajib masuk list buat segera ditonton!


Masih film dengan settingan jadul, Jeremy Renner dan Gemma Artenton main bareng dalam "Hansel and Gretel". Saya nonton film ini 2x, dalam format 3D dan 2D. apanya yang menarik? Pertama, saya suka gaya berceritanya. Mirip Van Helsing. Kedua, saya suka angle pengambilan gambarnya. Banyak shoot yang enak dipandang dalam film ini. Dan pastinya, Gemma Artenton jadi pemanis di sepanjang film.

Posisi delapan belas, ada "2 Guns". Mark Whelberg lagi kebanjiran film kayanya tahun ini. Abis Broken City (ini juga lumayan keren!), Pain & Gain bareng The Rock, dan next ada Lone Survivor, film 2 Guns ini kayanya yang paling berkesan buat saya. Berbagi akting ama Denzel Washington sebagai sesama agen dari 2 instansi berbeda untuk membongkar jaringan pengedar narkoba, namun pada akhirnya, ternyata mereka sama-sama dimanfaatkan oleh instansi masing-masing demi kepentingan pimpinannya. Genre action berlapis komedi ini sayang banget kalo sampe dilewatin!

Kesembilan belas, mari sambut si Om “I’ll be back” di film "The Last Stand". Biar kata otot dan kulitnya udah agak melar, tapi ga ngurangin Arnold Schwarzenegger buat beraksi numpas penjahat dan melindungi kotanya. Selain penuh tembak-menembak, balutan aksi kocak para karakternya juga mewarnai semangat muda diantara jajaran pemaen (tua) senior didalamnya.

Dan yang terakhir, maaf kalo saya jadi terkesan melankolis, tapi film drama berjudul "Safe Haven" menurut saya film yang bagus, baik dari segi cerita maupun alur penceritaannya. Inti masalah yang diangkat tertuang dengan banyak guratan tanda tanya dari awal hingga tengah film. Baru kemudian penjelasan dari inti cerita digambarkan secara pelan sampai dengan titik klimaks film. Dan yang tambah spesial adalah surprise di akhir cerita yang timbul dari tokoh yang tidak terduga.



Jadi, itu tadi 20 film terbaik yang pernah saya tonton di taon 2013. Beberapa film box office seperti Iron Man 3, The Croods, Good Day To Die Hard, 47 Ronin, Fast Furious, Lone Ranger, After Earth, Elysium, Pacific Rim dan sebagainya memang bagus, hanya saja kurang meninggalkan kesan buat saya. Tapi sekali lagi, semua penilaian diatas murni berasal dari subjektifitas saya belaka. Met New Year 2014!

Monday, November 11, 2013

I Paint So Much Pain, Into The Rain..

Aroma tanah yang basah karena air hujan.
Sontak menyerang hidung dengan bau yang khas.

Dulu saya suka bau itu.
Entah karena memang menyenangkan, atau mungkin karena selalu berhasil menjadi tombol pemicu pengingat banyak kenangan yang otomatis berputar, menjadi gambar, bergerak di dalam otak seketika aroma tanah yang basah karena air hujan masuk tanpa ijin ke dalam hidung dan meresap di kepala.

...

Dulu saya suka bau itu. Tapi tidak sekarang.

Ada yang menampar setiap kali sekelumit mimpi mengintip tanpa berani kembali untuk direalisasi.
Ada yang tertahan tanpa bisa untuk sepenuhnya dilepaskan.
Bukan karena tidak mau, hanya saja tidak mampu.
Jawabannya sudah pasti satu: waktu!

...

Semoga 10 tahun lagi, mesin waktu sudah dijual bebas dengan harga yang terbatas

Friday, October 18, 2013

ANJING (dan) SAYA

Kemarin anjing saya mati..

dan ini adalah yang kedua kalinya dalam 3 bulan terakhir.



Saya suka anjing. Lebih tepatnya, ibu menularkan sifat ini kepada saya sedari kecil. Saya masih ingat ketika sekitar umur 3 tahunan, bapak saya pernah memukul anjing kami yang bandel. Saya juga masih ingat, anjing jantan itu berbulu putih. Dia meringkuk didepan kamar mandi setelah dipukul dengan keras oleh bapak. Dan selang 2 atau 3 hari kemudian, anjing jantan berbulu putih itu mati. Mati karena bapak terlalu keras menghukumnya.

Tapi ibu berbeda. Ibu sangat cinta dengan mahluk berkaki empat ini. Dan sekali lagi saya tegaskan; ini menular kepada saya. Entah berkah, entah kutukan. Rasa bahagia pada saat suara gongongan dan lompatan kecil yang menyambut tiap pulang kerumah, akan berganti menjadi kesedihan yang luar biasa ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa hewan yang konon kabarnya paling setia kepada manusia ini mati.

Sedari masa baru lulus SMA dulu, saya selalu mengidamkan untuk memiliki anjing jenis Golden Retriever. Ini berawal dari salah satu kawan saya yang borju tanpa sengaja memamerkan anjing Goldennya. Jaman itu, harga anjing Golden Retriever masih selangit untuk kantong saya. Maklum, saya bukan berasal dari keluarga yang berlebihan. Dan hari itu, saat itu, detik itu, saya langsung jatuh cinta pada anjing jenis ini.

Anjing yang kami perlihara sejauh ini selalu anjing kampung. Jangan salah, kualitas anjing kampung itu tidak selalu jelek loh.. terbukti beberapa anjing kampung yang saya perlihara sejak dari jaman SD sampai kuliah badannya tinggi, besar, dan berbulu lebat. Badan yang tinggi dan besar itu tergantung dari makanan yang diberikan. Kalo yang bulunya lebat, bukan karena saya rajin memandikannya (saya paling malas memandikan anjing), tapi karena faktor genetiknya (kalo lagi beruntung dapet bibit bulu gondrong).

Dan akhirnya, setelah punya penghasilan sendiri, serta setelah bertemu kembali dengan seorang kawan lama yang saat ini sudah menjadi dokter hewan dan punya kennel sendiri, saya mendapatkan anjing Golden Retriever saya yang pertama. Sesuai dengan mimpi dan cita-cita saya setelah beberapa taon lalu sempat nonton film “Marley and Me”, akhirnya dengan tegas dan mantap, dengan bangga saya namakan anjing Golden pertama saya: Bob Marley (dengan harapan yang besar bahwa arwah Bob Marley di alam sana memberkati anjing saya agar panjang umur..). Saat pertama kami bertemu, Bob Marley baru berumur 2,5 bulan. Namun, baru genap sebulan lebih berada dirumah, akhirnya virus distemper kembali memakan korban untuk yang kedua kalinya dirumah saya. Bob Marley meninggal setelah sempat opname selama 3 hari di klinik dokter hewan.

Saya kembali menguatkan hati!

Kawan dokter hewan saya itu kemudian menyarankan untuk mengambil anjing Golden Retriever yang sudah berumur diatas 3 bulan agar vaksin sudah lengkap. Segera saya iya-kan. Dan perburuan kami pun kembali diulang dari awal. Hampir 2 bulan, akhirnya kawan dokter saya ini menghubungi dengan kabar gembira: ada anjing Golden Retriever umur 4 bulan, kualitas super, sudah stambum, dan vaksin lengkap. Begitu suara itu masuk ke telinga saya, otak langsung mengirimkan sinyal bahagia, kedua mata saya menangkap matahari yang bersinar lembut, kupu-kupu beterbangan melintasi pelangi diatas awan, dan angin berdesir sepo-sepoi… Sungguh hari yang indah untuk jiwa yang gelisah..

Hari itu perkenalan pertama saya dengan Bom-boM. Mata sipit, badan tegap, perut besar, bulu lebat. Dan yang paling menyenangkan, anjing ini pintar dan ramah. Tidak perlu waktu lama, saya langsung menemukan kemiripan diantara kami: doyan makan! Kami segera menjadi soulmate. Satu kebiasaannya yang saya suka adalah saat dia langsung melompat ke badan motor matic saya setiap kali saya akan pergi. Meskipun pada awalnya Bom-boM kesusahan untuk menempatkan posisi badannya saat saya ajak berkendara, namun pada akhirnya, dia mampu beradaptasi dengan singkat dan ketagihan buat jalan-jalan.

Namun, terlepas dari semua itu, satu hal yang paling membuat saya bahagia adalah kehadiran Bom-boM yang mampu memberikan hiburan tersendiri buat ibu. Betapa tidak, mulai dari dapur, ke depan, ke belakang, ke kamar, dan kemanapun di areal rumah, Bom-boM selalu menemani ibu saya. Dan apapun makanannya, ibu selalu berbagi dengan Bom-boM. Melihat senyum dan tawa kecil ibu hasil dari tingkah Bom-boM selalu otomatis melelehkan hati saya.

Dan kemarin, belum tepat pukul 8 pagi, ibu berteriak memanggil saya yang masih melipat badan didalam selimut. Alhasil membuat saya bangun dengan tidak sempurna. Bom-boM ditemukan muntah berbuih. Tanpa pikir panjang, saya segera memacu motor untuk menjemput kawan dokter hewan. Hasil diagnosa: keracunan! Berbagai ekspektasi bermunculan, hanya saja tidak ada yang akurat, mengingat bahwa Bom-boM bukan tipe anjing yang suka mengais sampah, tidak keluyuran ke luar rumah, ga doyan ama tikus, dan yang paling penting: dia bukan tipe yang akan memakan benda-benda yang officially bukan makanan yang diperuntukkan untuknya. Dua kali suntikan, dua botol obat, dan dua botol alcohol penurun demam, pada akhirnya tidak mampu memperpanjang umur Bom-boM.

Praktis kali ini hati saya tidak kuat lagi..



Sudah dua hari ini perasaan saya tidak menentu. Bisa saja secara underestimate menyebut saya terlalu melankolis, tapi sungguh, saya sungguh merasa kehilangan. Menemukan satu sosok yang akan mengerti diri kita, menemani kita, menyapa tiap kali kita sampai dirumah, menengok dari luar pintu kamar dengan mata lugunya, dan dia melakukan itu semua tanpa mengharapkan balasan apapun..Yah, pertemuan singkat yang harus diikhlaskan. Semoga Tuhan memberikan tempat yang layak untuk Marley dan Bom-boM disana! terbersit seandainya saja saya bisa melakukan hal yang sama seperti di film "Frankenweenie"!



“a dog is the only thing on earth that loves you more than you love yourself..”
-Josh Billings-