Baru saja menghabiskan sore di hari terakhir taon 2013
dengan mantengin film “47 Ronin”-nya Keanu Reeves di bioskop. Maklum, saya
tidak punya rencana spesial di malam taon baru. Kalo tahun-tahun sebelumnya sih pastinya nongkrong bersama teman dan kerabat, hanya untuk sekedar berkumpul, manggang ikan, bercerita tetang
banyak hal, minum beberapa tegak alkohol yang pada ujungnya akan berakhir
dengan kondisi tidak terkendali. Hahaha.. mungkin masa-masa itu menyenangkan,
tapi ternyata sudah lewat untuk umur saya saat ini. Damn, grow old is a f-ing
trap! Jadi, sore tadi sampai dengan malam ini, yang saya lakukan hanyalah
bergumul dengan salah satu hobi saya: film!
Menengok setahun ini, 2013 merupakan tahun yang sangat saya
nantikan, apalagi kalo bukan “Man Of Steel” yang sedari 2006 lalu sudah sangat
ditunggu oleh banyak fans-nya si putera terakhir dari planet Krypton; Superman.
Selain itu, banyak juga film-film sekuel yang rilis dalam setahun ini, ambil aja
contoh kayak Despicable Me 2, Smurf 2,Growns Up 2, Hunger Games 2, Thor 2, trus
The Hobbit 2.
Nah, dari sekian banyak film yang bersliweran, ada 20 film yang berkesan buat saya. Sekedar
catatan, ini pendapat pribadi saya sebagai penikmat film ya, bukan sebagai
kritikus film karena saya juga orang awam yang melihat film dari kacamata orang awam. Jadi ya, pastinya ada unsur emosional dan subjektifitas tingkat
tinggi menurut selera hati saya. Buat yang udah nonton, boleh sekedar sharing di komen bawah postingan ini. Dan buat yang belum nonton, siapa tau bisa nambah referensi
tontonan. So, cekidot guys..
Yang pertama dan utama buat saya pastinya “Man Of Steel”. Kolaborasi
Snyder di kursi sutradara bareng Nolan sebagai salah satu produser saya pikir
cukup berhasil buat ngangkat cerita tentang awal mula kehancuran planet Kryton
sampai dengan pencarian jati diri si Kal-El alias Clark Kent. Meskipun dikemas
dalam alur bolak-balik dengan singkat dan padat, namun hampir semua tokoh
semasa di Smallville ampe Metropolis dimunculkan walaupun sepintas. Overall,
puaslah dibanding ama Superman Returns-nya Singer di tahun 2006 lalu. Apalagi adegan
berantemnya ga kalah brutal ama Transformer atopun si raksasa ijo Hulk. Meskipun
jujur, saya masih lebih suka Superman yang dilakonin ama Brandon Routh dengan
muka innocent-nya yang rada mirip sang pendahulu: Cristopher Reeve, ktimbang si Henry Cavill dengan bulu dada yang suka ngintip.
Kedua ada "Lincoln". Meskipun rilis di Hollywood tahun 2012,
tapi seinget saya, film ini baru tayang di bioskop Indonesia awal tahun 2013. Ada
dua point yang menarik buat saya, pertama adalah cerita yang dikemas ama sang
legenda hidup; Steven Spielberg, buat saya sangat luar biasa. Cara bercerita
dalam film ini ditata begitu tenang, apik dan rapi, jadi ga ngebosenin walopun
durasi filmnya lumayan panjang. Trus, point kedua adalah si pemaen: Daniel
Day-Lewis yang juga banyak dapet acungan jempol karena mampu ngidupin karakter
Lincoln yang sebener-benernya.
Ketiga saya tempatkan "Hours". Ini film terbaik dan terakhir yang
dibintangi ama almarhum Paul Walker sebagai bintang utama. Meskipun bisa
dibilang aktingnya standar, alias sama aja dengan aktingnya di film-film laen sebangsa Fast Furious ato Vehicle 19, hanya saja aktingnya berasa pas ama
karakter yang dimaenin di film ini. Jadi biarpun dibilang ga akting, tapi
chemistry-nya dapet banget buat maen dalam film ini. Wajib nonton yaaa,
khususnya buat para lelaki yang udah jadi bapak atopun calon bapak ;)
Disambung di nomer empat ada "Gravity". Sandra Bullock, nama yang udah lumayan
ilang beberapa tahun ini tiba-tiba muncul lagi dan lumayan nampar para pecinta
film dengan akting ciamik. Film besutan Alfonso Cuaron ini terbilang unik. Monolog mendominasi hampir dalam keseluruhan film. Tapi, biar kata monolog, script-nya mengalir sempurna. Ide
ceritanya pun fresh. Pengambilan gambarnya keren, dan mungkin buat mayoritas
orang, ada detik-detik dimana kita mencoba menyelipkan rasa empati serta
membayangkan bagaimana seandainya kita yang terjebak dalam kondisi seperti itu.
Dan pastinya buat saya,Gravity adalah the shocking movie of the year!
Kita beralih sebentar ke genre Horror. Posisi kelima saya tempatkan "The Conjuring". Saya bukan pecinta film horror. Bisa dibilang saya lebih pada
tipe orang yang penasaran ama film horror. Dan The Conjuring menjadi film horror
yang bisa memuaskan hasrat saya atas film dengan genre ini. Faktor utama saya
mau nonton adalah, (ehem) adanya Vera Farmiga. Selaen
itu, nama James Wan juga jadi jaminan setelah tahun 2010 sukses dengan Insidious
pertama. Penasaran saya terjawab sempurna. Film ini menyuguhkan
pengalaman mendebarkan selama 112 menit. The best horror movie in 2013!
Selanjutnya, di posisi keenam, ada "Warm Bodies". Ini film tentang
zombie. Eit, tunggu dulu, buang jauh-jauh pemikiran tentang kisah-kisah zombie
yang sudah “biasa”. Film genre dramedy ini menyuguhkan ide cerita yang fresh
dibandingkan dengan film-film zombie lainnya. Kenapa saya bilang fresh, soale
film ini berangkat dari cerita yang tidak biasa dan dikemas secara luar biasa. Tipikal
film yang menyenangkan buat ditonton bersama teman-teman.
Ketujuh, ada "Gangster Squad". Bercerita tentang
seorang polisi idealis yang ingin menggulingkan boss gangster di LA. Padat dengan tembakan, senapan, pukulan, dan darah ini dipenuhi nama-nama mahal
macemnya si aktor watak Sean Penn, Josh Brolin, Ryan Gosling sampe si manis
Emma Stone.
"The Great Gatsby" jatuh di peringkat delapan. Entah kenapa, semakin
lama, akting Leonardo DiCaprio semakin mengesankan buat saya. Lupakan sudah
film Titanic, semenjak Blood Diamond, Catch Me If You Can, Inception, The
Departed, Shutter Island sampe Djanggo Unchained aktingnya tambah mateng dan
dalem.. Dan The Great Gatsby juga jadi satu bukti lagi bahwa sosoknyalah
yang menghidupkan keseluruhan isi dari film. Oya, buat yang ngaku sebagai “cowok
sejati”, mungkin bisa nambah referensi gimana caranya memperlakukan seorang
wanita dari film ini.
Disambung "The Place Beyond The Pines" di peringkat Sembilan. Awalnya
datar dan seperti mudah ditebak. Tapi ternyata, film ini punya cara bercerita
yang menarik. Satu tokoh akan membawa kita pada tokoh yang lain. Dimana pada
akhirnya, ada kemunculan tokoh baru yang menjadi benang merah antara
tokoh-tokoh sebelumnya. Serasa tidak ada tokoh utama dalam film ini. Dan itu
yang menjadi point plus dan keunikan tersendiri. Silahkan nikmati adu akting antara
Ryan Gosling dan Bradley Cooper.
Posisi kesepuluh, saya tempatkan film impor dari Thailand dengan
judul: "Pee Mak Phra Khanong" dengan genre horror komedi. Setau saya (silahkan
dikoreksi jika salah), film ini diangkat dari cerita rakyat di Thailand. Sebelumnya
pun sudah ada film yang murni bergenre horror dengan mengambil dasar cerita yang sama berjudul Nang Nak
(1999), dan Ghost Of Mae Nak (2005). Yang berbeda dari Pee Mak Phra Khanong adalah cerita dan karakter para tokohnya dipermak sedemikian rupa menjadi lucu
tapi seram. Buat pecinta horror dan pecinta komedi, film ini amat sangat wajib
buat ditonton. Sepanjang film selalu ada adegan atopun sentilan humor
didalamnya. Bahkan saking lucunya, ada beberapa kawan-kawan saya yang dalam
seminggu sampe 2x nonton film ini.

Trus ada juga "Now You See Me" di posisi sebelas. Yang paling
menarik buat saya secara keseluruhan adalah ending-nya. Sekilas film ini cukup
menghibur dengan alur yang penuh teka-teki. Beberapa scene sempat terasa
seperti scene klimaks. Tapi pada akhirnya, penonton disuguhkan dengan ending
yang diluar perkiraan. Cukup menghibur..
Kembali beralih ke genre horror, ada satu film horror lagi yang
menarik buat saya di tahun ini; "Mama". Adegan awalnya cukup memaksa penonton
agar langsung fokus menempatkan mata dan telinga. Beberapa scene memang sukses
memberikan atmosfer seram ditambah dengan scoring yang berhasil bikin menahan
nafas. Ditambah bumbu ikatan kasih sayang keluarga bikin ending film horror ini
jadi lebih terkesan manis. Yeah, everybody loves an happy ending..
Peringkat di angka sial, saya berikan pada film yang saya benci: "Sinister". Mungkin karena saking bencinya, saya jadi keinget terus ama film ini.
Entah apa yang merasuki saya saat nonton film ini, tapi Sinister adalah salah
satu film yang membuat saya merasa ingin keluar dari gedung bioskop sebelum filmnya
selesai. Meskipun beberapa kawan penikmat film laennya bilang film horror ini
biasa saja, tapi (jujur) buat saya film
ini menyeramkan.
Posisi empat belas, ada "The Silver Linings Playbook". Bercerita tentang
seorang lelaki temperamen yang baru keluar dari pusat rehabilitasi bertemu
dengan seorang wanita yang juga labil secara emosi. Cerita berlanjut ketika
mereka saling mencoba untuk mengerti satu sama lain disaat seisi dunia tidak mampu
memahami mereka. Diperankan oleh Bradley Cooper dan Jennifer Lawrence lumayan
mampu untuk menyentuh emosi penontonnya. Recommended!
Lanjut di nomer lima belas, kembali saya masukkan film impor dari
Asia berjudul "Special ID". Ada Donnie Yen yang jadi produser sekaligus pemeran
utama. Selain ceritanya yang sederhana, ringkas, padat, dan berisi. Special ID
pastinya menyuguhkan adegan berantem yang brasa nyata. Yah, ga kalah lah ama The Raid-nya Indonesia atopun Ong Bak dan Chocolate-nya Thailand. Film ini bercerita
tentang seorang polisi yang menyamar untuk menguak kejahatan dari sebuah
organisasi.
Melompat sedikit ke film semi kolosal, satu film yang juga menarik
perhatian saya adalah "Jack and The Giant Slayer" (bukan "Jack and The Giant
Killer" ya..). Kebetulan saya sempat mencoba versi 3D-nya. Meskipun sudah pernah
membaca banyak versi komiknya di jaman eSDe dulu, tapi cerita si kacang Jack
ini disuguhkan dengan citarasa baru yang berbeda. Bedanya ada pada penonjolan
sisi action dan screenplay yang ciamik. Kalo belum nonton, wajib masuk list
buat segera ditonton!
Masih film dengan settingan jadul, Jeremy Renner dan Gemma
Artenton main bareng dalam "Hansel and Gretel". Saya nonton film ini 2x, dalam
format 3D dan 2D. apanya yang menarik? Pertama, saya suka gaya berceritanya. Mirip
Van Helsing. Kedua, saya suka angle pengambilan gambarnya. Banyak shoot yang
enak dipandang dalam film ini. Dan pastinya, Gemma Artenton jadi pemanis di
sepanjang film.
Posisi delapan belas, ada "2 Guns". Mark Whelberg lagi kebanjiran
film kayanya tahun ini. Abis Broken City (ini juga lumayan keren!), Pain &
Gain bareng The Rock, dan next ada Lone Survivor, film 2 Guns ini kayanya yang
paling berkesan buat saya. Berbagi akting ama Denzel Washington sebagai sesama agen
dari 2 instansi berbeda untuk membongkar jaringan pengedar narkoba, namun pada
akhirnya, ternyata mereka sama-sama dimanfaatkan oleh instansi masing-masing
demi kepentingan pimpinannya. Genre action berlapis komedi ini sayang banget
kalo sampe dilewatin!
Kesembilan belas, mari sambut si Om “I’ll be back” di film "The
Last Stand". Biar kata otot dan kulitnya udah agak melar, tapi ga ngurangin Arnold Schwarzenegger buat
beraksi numpas penjahat dan melindungi kotanya. Selain penuh tembak-menembak,
balutan aksi kocak para karakternya juga mewarnai semangat muda diantara
jajaran pemaen (tua) senior didalamnya.
Dan yang terakhir, maaf kalo saya
jadi terkesan melankolis, tapi film drama berjudul "Safe Haven" menurut saya film
yang bagus, baik dari segi cerita maupun alur penceritaannya. Inti masalah yang
diangkat tertuang dengan banyak guratan tanda tanya dari awal hingga tengah
film. Baru kemudian penjelasan dari inti cerita digambarkan secara pelan sampai
dengan titik klimaks film. Dan yang tambah spesial adalah surprise di akhir
cerita yang timbul dari tokoh yang tidak terduga.
Jadi, itu tadi 20 film terbaik yang
pernah saya tonton di taon 2013. Beberapa film box office seperti Iron Man 3,
The Croods, Good Day To Die Hard, 47 Ronin, Fast Furious, Lone Ranger, After Earth, Elysium, Pacific
Rim dan sebagainya memang bagus, hanya saja kurang meninggalkan kesan buat
saya. Tapi sekali lagi, semua penilaian diatas murni berasal dari subjektifitas
saya belaka. Met New Year 2014!
.jpg)



















