“stop.., right there where you stand,
can we start again and write this book just one more time. Gone are the
days that we used to know, when I thought that they all would last
forever, and I see what you mean, when it all falls apart, nothing
really seems to make it better..”
-Swirl 360-

Akhirnya
bisa sekedar kembali menyepi ditengah deretan deadline tugas, tumpukan
kerjaan yang tidak pernah terlihat ujungnya, serta target pembuktian
harga diri. Semua seperti roda. Untungnya, masih ada waktu untuk sekedar
keluar dari arusnya, dan mengintip sesekali apa saja yang sedang
berputar didalamnya. Nyaris sama dengan minuman keras, terkadang aliran
waktu membuat kita lupa pada apa yang sudah berlalu hingga saat jackpot,
tersadar bahwa semua sudah terlambat. Nikmat, dan terlambat!
Berbicara
tentang waktu, beberapa periode lalu, saya kehilangan seorang sahabat
yang menghilang begitu saja. Sempurna tanpa bekas, tanpa jejak, dan
tanpa bisa dilacak. Ada juga sahabat lainnya yang sedari lima tahun
belakangan ini, dimana perjumpaan kami hanya sekali setahun, tiba-tiba
muncul membawa berita akan menikah dan menetap ke negeri seberang, yang
otomatis menciptakan sebuah tembok besar bagi kami untuk dapat mengulang
hal-hal gila di masa muda.
Unik
dan menarik. Betapa aliran waktu dapat mengubah segalanya. Meskipun
seringkali kita berharap bahwa hal-hal yang menyenangkan tidak akan
pernah berakhir, atau hal-hal yang buruk segera berlalu, diminta ataupun
tidak, waktu akan jalan terus.
Saya
pernah merasa kehilangan. Semua orang pasti pernah. Kehilangan sahabat,
kehilangan kawan untuk bercerita, kehilangan tempat untuk pulang,
kehilangan binatang peliharaan, ataupun kehilangan kesempatan. Namun
sayangnya, sedikit dari kita yang bisa menyadari bahwa hari itu, detik
itu adalah saat terakhir untuk selamanya. Saya pernah mengunjungi satu
tempat, tempat dimana saya dan beberapa orang sahabat lainnya berjanji
untuk kembali mengunjungi tempat itu satu hari nanti. Dan tanpa kami
sadari, hari dimana kami membuat janji, adalah hari terakhir kami bisa
berada disana secara bersama-sama. Kenapa? Karena mungkin kami tidak
mengetahui bahwa waktu dapat mengubah segalanya. Waktu mengubah salah
satu dari kami membangun keluarga, waktu mengubah banyak dari kami untuk
sibuk bekerja, waktu mengubah hampir semua dari kami untuk berpacu
melawan umur sementara impian dan cita-cita tentang kebebasan belum
pernah terwujud dalam bentuk yang absolute.
Seandainya
kami tahu, mungkin hari itu, waktu itu, detik itu, kami tidak akan
pernah berhenti melingkarkan tangan ditengah megahnya api unggun.
Mungkin kami akan lebih meneguhkan hati dan menyiapkan mental bahwa hari
itu adalah hari terakhir kami bisa menikmatinya. Mungkin
banyak dari kita yang saat ini beruntung menemukan orang-orang yang
kita butuhkan masih ada disaat pagi datang. Mungkin hampir semua dari
kita masih dengan sempurna melihat cahaya matahari dengan dua mata.
Bagaimana jika hari ini adalah hari terakhir kita bisa menikmatinya?
Mungkin besok, semua berubah tanpa pemberitahuan.
Saya
sering menuntut, bahwa setiap kenangan bisa diulang, mencari pendukung
disana-sini untuk membuktikan hipotesa yang saya anut dapat terwujud.
Namun pada satu titik, propoganda tersebut terpatahkan dengan segumpal
kecil kamus EYD. Disana, saya temukan secara harfiah kata Kenangan;
artinya untuk dikenang. Jika bisa diulang, namanya; ulangan. Dan kabar
buruknya, ulangan hanya kita temui pada saat jaman sekolah dulu, persis
ketika ibu guru masuk dan mengumumkan hari ini ulangan untuk menguji dan
mengulang kembali daya ingat kita.
...
Selagi
masih ada waktu, lari dan temui semua kesempatan yang sudah terbuang.
Kegagalan sebanyak lima kali, akan menuai kesuksesan pada tahap yang
keenam. Yeah, risiko gagal pasti ada, paling tidak, akan kita ketahui
setelah mencoba, daripada tidak mencoba sama sekali. Kita tidak pernah
tahu, kapan saat terakhir kita untuk tahu bahwa hari ini adalah hari
terakhir, kesempatan ini adalah kesempatan terakhir, pertemuan ini
adalah pertemuan terakhir. Dan bisa saja, ini adalah tulisan terakhir
yang bisa saya tulis dalam blog ini, mungkin saja, dan bisa saja terjadi
seperti itu. Tapi satu yang pasti, waktu dapat mengubah banyak hal.
Selamat bermain dengan waktu!
"we
only got 86.400 seconds in a day to turn it all around or to throw it
all away. We gotta tell them that we love them while we got the chance
to say, gotta live like we dying..!"
-The Script-
Jakarta, Juli 2011
